. Pola makan buruk
Pola makan yang buruk bisa menyebabkan kolesterol tinggi, hipertensi,
dan obesitas yang bisa mempengaruhi fungsi kognitif tubuh dan kesehatan otak. Oleh sebab itu, aturlah pola makan sehat dan pilihlah makanan yang sehat bagi jantung, karena hal itu juga bagus untuk otak.
2. Kurang olahraga
Menghabiskan waktu di balik meja sepanjang hari dengan tidak diimbangi
berolahraga, bisa memicu hilangnya ketajaman konsentrasi. Maka dari
itu, sempatkanlah waktu untuk beraktivitas fisik walaupun sekadar hanya
berjalan kaki, bersepeda, atau jogging setidaknya 30 menit setiap hari. Olahraga dinilai sangat efektif dalam meningkatkan ketajaman konsentrasi.
3. Stres dan gelisah berlebihan
Kekhawatiran yang berlebihan terhadap hal-hal di sekitar anda dapat menyebabkan stres
yang pada akhirnya menurunkan daya konsenstrasi anda. Tekanan-tekanan
akan tugas dan pekerjaan memang sulit untuk dihindari. Namun anda harus
bisa membebaskan diri dari hal-hal tersebut. Luangkan waktu untuk
melakukan sesuatu yang menyenangkan agar stres dan tekanan yang datang
bisa segera pergi, sehingga ketajaman konsentrasi anda dapat kembali
dengan baik.
4. Terlalu banyak kegiatan
Meskipun anda tidak merasa tertekan, terlibat dalam banyak kegiatan
bisa mengganggu perhatian, konsentrasi dan membuat anda mudah lupa.
Oleh sebab itu sortirlah kegiatan mana yang lebih penting dan mana yang
tidak. Prioritaskanlah kegiatan yang lebih penting dan tinggalkan
kegiatan-kegiatan yang tidak penting.
5. Penggunaan obat jangka panjang
Pengonsumsian obat jangka panjang dapat mempengaruhi konsentrasi dan mood.
Beberapa obat yang dimaksud adalah obat tidur, obat penenang, dan obat
anti depresan. Apabila anda memang membutuhkan obat-obatan tersebut,
maka konsultasilah terlebih dahulu kepada dokter mengenai pengaruhnya
terhadap tingkat konsentrasi anda.
6. Kurang vitamin atau hormon
Kurangnya konsenstrasi bisa menjadi pertanda bahwa anda kurang vitamin atau hormon. Untuk masalah ini, sebaiknya anda berkonsultasi ke dokter mengenai kesehatan anda secara keseluruhan.
7. Hormon tidak stabil
Ketidakstabilan hormon kerap dialami wanita saat mereka memasuki usia
menopause yang ditandai oleh ‘hot flushes’ (tanda-tanda perubahan level
hormon), serta meningkatnya kadar hormon gonadotropin. Apabila anda
mengalami hal tersebut, anda bisa melakukan terapi penggantian hormon
jangka pendek.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar