Di
usia tujuh belas tahun, gelar dokter berhasil diraih Tiffani Sharon
Kairupan melalui program akselerasi. Tidak heran jika ia dinobatkan
menjadi dokter termuda di Indonesia versi MURI.
“Semua
ini tidak membuat saya lupa bersyukur kepada Tuhan karena telah
diberikan anugerah luar biasa dan berkat terbesar dalam hidup,” ucap
Tiffani, tersenyum.
Dikaruniai otak cemerlang membuatnya mudah menghafal, bukan berarti ia memiliki waktu khusus untuk belajar.
“Hobi saya bukan belajar, tapi membaca novel. Tidak ada waktu khusus
untuk membaca buku pelajaran, kalau ada waktu saja,” ujar wanita
kelahiran 25 Juni 1994.
Ketagihan Akselerasi
Mengikuti
orang tuanya yang ketika itu menjalani pendidikan di Australia,
Tiffani mengenyam pendidikan di Clayton Primary School, Vic. Australia
(1999), Bouchier St. Primary School, Vic. Australia (2000).
“Akhir
tahun 2000, kami sekeluarga pindah ke Manado di mana saya
menyelesaikan sekolah dasar di GMM IX. Seharusnya, saya duduk di kelas
satu. Karena ada perbedaan kalender akademik antara Indonesia dan
Australia, saya diperbolehkan di kelas dua. Di bulan Juni 2001, saya
naik kelas tiga dengan jangka waktu tujuh bulan saja. Enam bulan berada
di kelas lima, seorang guru dan kepala sekolah menawarkan saya untuk
mengikuti pendidikan di kelas enam,” ucap putri pasangan Prof. dr.
B.H.R. Kairupan, MSc, SpKJ(K) dan Prof. N.H. Kapantow, DAN, MSc, SpGK.
Tiffani mengaku jika awalnya ia ragu menerima tawaran kepala
sekolahnya karena masih kecil dan takut bergaul dengan teman yang
usianya lebih tua. “Saya khawatir tidak bisa menyesuaikan diri
dengan pelajaran kelas enam,” kata Tiffani. Berkat dukungan dan
ketekunannya, ia lulus dari SD di usia sepuluh tahun.
Tapi
ternyata, ia ketagihan mengikuti program akselersi kurikulum berbasis
kompetensi (KBK) dari pemerintah yang hanya dua tahun saat SMP dan SMA.
Di usia 14 tahun, Tiffani sudah lulus dari SMA. Kuliahnya pun
diselesaikan hanya 3 tahun satu bulan, dengan judul skripsi ‘Profil
Status Mental Mahasiswa Baru Fakultas Kesehatan Masyarakat tahun
akademik 2011-2012’.
“Terlibat dalam program akselerasi membuat saya memiliki banyak waktu
untuk mencoba sesuatu yang baru,” kata Tiffani, tersenyum.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar