Lanjut mantan rektor UI tersebut, antibiotik memang dapat meredakan panas. Namun harus juga diingat bahwa penggunaan antibiotik yang tidak tepat bisa tidak bermanfaat dan malah menyebabkan bakteri menjadi lebih resisten. Dokter dihimbau untuk memberikan antibiotik dengan tepat, rasional, serta harus dilengkapi dengan data-data empiris. Hal yang sama juga harus dilakukan pihak rumah sakit, yakni dengan menyediakan antibiotik sesuai dengan survei. Pasien juga dihimbau untuk bersikap kritis apabila dokter memberikan antibiotik. Jika anda pasien, bertanyalah selalu kepada dokter tentang perlu tidaknya diberikan antibiotik.
Senin, 13 Mei 2013
Menurut dia, antibiotik idealnya diberikan ketika seseorang mengalami
infeksi akibat kuman maupun jamur. Kalau hanya flu atau demam biasa
lantas diberikan antibiotik, maka hal tersebut tidaklah tepat. Jika
panas, sebaiknya terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan laboratorium. Dia
mengatakan jika di luar negeri sudah menerapkan hal tersebut. Hal ini
dikarenakan pihak asuransi tidak akan membayar bila belum dilakukan
pemeriksaan laboratorium terlebih dahulu. Namun di Indonesia belum
menerapkan prosedur tersebut. Tenaga medis seperti dokter banyak yang
memberikan antibiotik ke pasien dengan mudahnya agar cepat meredakan
infeksi atau panas.
Lanjut mantan rektor UI tersebut, antibiotik memang dapat meredakan panas. Namun harus juga diingat bahwa penggunaan antibiotik yang tidak tepat bisa tidak bermanfaat dan malah menyebabkan bakteri menjadi lebih resisten. Dokter dihimbau untuk memberikan antibiotik dengan tepat, rasional, serta harus dilengkapi dengan data-data empiris. Hal yang sama juga harus dilakukan pihak rumah sakit, yakni dengan menyediakan antibiotik sesuai dengan survei. Pasien juga dihimbau untuk bersikap kritis apabila dokter memberikan antibiotik. Jika anda pasien, bertanyalah selalu kepada dokter tentang perlu tidaknya diberikan antibiotik.
Lanjut mantan rektor UI tersebut, antibiotik memang dapat meredakan panas. Namun harus juga diingat bahwa penggunaan antibiotik yang tidak tepat bisa tidak bermanfaat dan malah menyebabkan bakteri menjadi lebih resisten. Dokter dihimbau untuk memberikan antibiotik dengan tepat, rasional, serta harus dilengkapi dengan data-data empiris. Hal yang sama juga harus dilakukan pihak rumah sakit, yakni dengan menyediakan antibiotik sesuai dengan survei. Pasien juga dihimbau untuk bersikap kritis apabila dokter memberikan antibiotik. Jika anda pasien, bertanyalah selalu kepada dokter tentang perlu tidaknya diberikan antibiotik.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar