Penderita insomnia banyak yang tergantung dengan obat tidur atau zat penenang untuk bisa tidur. Obat-obatan sedatif mempunyai potensi membuat orang mengalami ketergantungan psikologis berupa asumsi bahwa mereka tidak bisa tidur jika tidak mengonsumsi obat-obatan tersebut.
Diagnosa
Untuk mendiagnosis seseorang mengalami insomnia atau tidak, harus
dilakukan penilaian terhadap beberapa hal, diantaranya adalah :- Pemakaian obat-obatan ataupun alkohol
- Aktivitas fisik
- Riwayat medis
- Tingkatan stres psikis
- Pola tidur penderita sakit jiwa
Penyebab Insomnia
Seperti yang diulas sebelumnya bahwa insomnia bukanlah sebuah penyakit, namun merupakan suatu gejala yang terjadi akibat berbagai sebab, seperti kelainan fisik, pemakaian obat-obatan tertentu, dan kelainan emosional. Insomnia sering dialami baik mereka yang masih muda ataupun sudah berusia lanjut. Insomnia seringkali terjadi bersamaan dengan gangguan emosional seperti depresi, ketakutan, kegelisahan, dan kecemasan. Adapula orang yang sulit tidur hanya karena otak dan badannya tidak lelah. Orang yang mengalami gangguan tidur kadang-kadang mengalami pola tidur yang terbalik. Saat waktunya tidur mereka malah tidak tidur, namun waktunya bangun mereka malah tidur. Hal ini bisa terjadi dikarenakan beberapa hal, yaitu :- Bekerja di malam hari. Jam kerja berubah-ubah.
- Kerusakan pada otak (akibat stroke, Alzheimer)
- Mengonsumsi alkohol
- Efek samping obat
- Jet lag
Gejala
Penderita insomnia biasanya sering terjaga dan sulit tidur
di malam hari dan merasakan kelelahan sepanjang hari. Pada Insomnia
psiko-fisiologis, seseorang biasanya mengalami perasaan tegang,
khawatir, cemas, atau mengingat suatu masalah di masa lalu bahkan
permasalahan yang belum terjadi di masa depan secara terus menerus.
Sedangkan pada insomnia akut, pasien biasanya memikirkan suatu peristiwa
seperti penyakit yang menyerang orang terdekat hingga peristiwa
kematian. Hal-hal seperti ini bisa dihubungkan dengan terjadinya
insomnia.
Pengobatan
Cara mengatasi insomnia tergantung dari penyebab dan beratnya
insomnia. Kesulitan tidur yang dialami orang lanjut usia biasanya tidak
membutuhkan pengobatan tertentu. Hal ini dikarenakan perubahan tidur
yang dialami orang tua dinilai normal seiring bertambahnya usia. Namun
bagi mereka yang menderita insomnia pada usia muda dan masih produktif,
disarankan untuk rileks, santai, dan tenang beberapa jam sebelum tidur.
Selain itu buatlah suasana senyaman mungkin di kamar tidur, tidak
berisik ataupun cahaya yang redup. Apabila penyebabnya stres emosional,
biasanya para pasien diberi obat pereda stres. Apabila penyebabnya depresi, biasanya diberikan obat anti-depresi.Jika anda merasa kesulitan tidur, bisa jadi itu merupakan insomnia atau gangguan tidur lainnya. Untuk mengetahui kepastiannya, segeralah berkonsultasi kepada dokter agar dapat diketahui penyebab dan solusinya. Semoga bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar