Meningitis atau radang selaput otak adalah penyakit yang bisa
berakibat fatal karena menyebabkan gangguan otak dan kelumpuhan. Orang
yang terinfeksi meningitis akan mengalami beberapa gejala khas, mulai
dari mual, muntah, demam tinggi mendadak, serta rasa kaku di belakang
leher.
Rasa kaku di belakang leher (kuduk) ini menyebabkan leher menjadi
pegal sehingga tidak bisa digerakkan. "Saking kakunya sampai tengadah
tidak bisa. Leher lurus saja," kata dokter spesialis penyakit dalam
Dr.Iris Rengganis KAI, FINASIM pada kampanye menyambut hari meningitis
sedunia bertajuk Saatnya Bekali Diri untuk Lindungi Bangsa, Cegah
Meningitis di Jakarta, Selasa (23/4/13).
Kakunya bagian kuduk tersebut disebabkan serangan kuman meningitis
ke daerah selaput dan korda spinalis yang merupakan sistem saraf pusat.
Masifnya serangan menimbulkan rasa kaku pada penderita yang bisatimbul
2-3 hari setelah tertular kuman meningitis.
"Sebetulnya masa inkubasi kuman meningitis 2-10 hari, namun jika
daya tahan tubuh lemah dan serangan kuman masif kaku kuduk terjadi
lebih cepat," kata Iris.
Kaku kuduk ini bisa dialami oleh infeksi bakteri dan virus penyebab
meningitis. Meski diawali demam dan rasa mual sehingga mirip dengan
gejala flu, namun yang membedakan meningitis dengan infeksi flu adalah
tidak adanya batuk atau pilek.
Penanganan meningitis secara cepat akan memperbesar kesembuhan.
"Penderita meningitis sebaiknya sudah mendapat penanganan sebelum 24
jam. Kalau sudah kaku kuduk berarti serangan sudah lebih masif," kata
Iris.
Memang tidak mudah mengenali gejala meningitis. Tetapi orang yang
perlu dicurigai adalah mereka yang baru pulang bepergian dari daerah
endemik meningitis, misalnya usai menunaikan ibadah haji.
Daerah endemik meningitis meliputi Amerika Serikat, Afrika Selatan,
dan Australia. Walau bukan daerah endemik, Saudi Arabia banyak
didatangi orang dari berbagai belahan dunia. Kondisi ini membesar
kemungkinan kuman meningitis lebih mudah menyebar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar